Menu

Fashion Trendy
  • Drop Down

    • Abstract
    • Model
    • Techo
    • Options
  • Photography Pictures Product

    Drop Menu

    • Crystal
    • Digital
    • Graphs
    • Settings
  • Menu

    Kesehatan 19

    • Home
    • Digital Art
      • Pics
        • SEO 1
        • SEO 2
      • CSS
        • CSS 1
        • CSS 2
        • CSS 3
        • CSS 4
        • CSS 5
      • Jquery
        • Jquery 1
        • Jquery 2
    • Fashion
      • Product 1
        • Sub Item
        • Sub Item
      • Product 2
        • Sub Item
        • Sub Item
    • Photography
    • Design
    Go
    Home » Unlabelled » manfaat jalan pagi

    manfaat jalan pagi

    Sembilan manfaat yang dapat diperoleh dari aktivitas jalan kaki.

    (1) Serangan Jantung.
    Pertama-tama tentu menekan risiko serangan jantung. Kita tahu otot
    jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner
    yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah
    yang lebih deras dan lancar. Berjalan kaki tergopoh-gopoh memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup.
    Bukan hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih
    menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu. Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antarsel darah yang bisa berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang.
    Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons
    penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki
    tergopoh-gopoh. Tidak banyak cara di luar obat yang dapat meningkatkan kadar HDL selain dengan bergerak badan. Berjalan kaki tergopoh-gopoh tercatat mampu menurunkan risiko serangan jantung menjadi tinggal separuhnya.
    (2). Stroke.
    Kendati manfaat berjalan kaki tergopoh-gopoh terhadap stroke
    pengaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner, beberapa studi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tengok saja bukti alami nenek-moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan berjalan kaki setiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Salah satu studi terhadap 70 ribu perawat (Harvard School of Public Health) yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga.
    (3). Berat badan stabil.
    Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolisme
    tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas
    berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh
    meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak
    terjadi.
    (4). Menurunkan berat badan.
    Ya, selain berat badan dipertahankan stabil, mereka yang mulai
    kelebihan berat badan, bisa diturunkan dengan melakukan kegiatan
    berjalan kaki tergopoh-gopoh itu secara rutin. Kelebihan gajih di
    bawah kulit akan dibakar bila rajin melakukan kegiatan berjalan kaki
    cukup laju paling kurang satu jam.
    (5). Mencegah kencing manis.
    Ya, dengan membiasakan berjalan kaki melaju sekitar 6 km per jam,
    waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah
    berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh
    gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases).
    Sebagaimana kita tahu bahwa kasus diabetes yang bisa diatasi tanpa
    perlu minum obat, bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin
    berkala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak
    badan (brisk walking), obat tidak diperlukan. Itu berarti bahwa
    berjalan kaki tergopoh-gopoh sama manfaatnya dengan obat antidiabetes.
    (6). Mencegah osteoporosis.
    Betul. Dengan gerak badan dan berjalan kaki cepat, bukan saja
    otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi agar terbebas dari ancaman osteoporosis. Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsi kalsium, sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman pengeroposan tulang.
    (7). Meredakan encok lutut.
    Lebih sepertiga orang usia lanjut di Amerika mengalami encok lutut
    (osteoarthiris) . Dengan membiasakan diri berjalan kaki cepat atau
    memilih berjalan di dalam kolam renang, keluhan nyeri encok lutut bisa
    mereda. Untuk mereka yang mengidap encok lutut, kegiatan berjalan kaki perlu dilakukan berselang-seling, tidak setiap hari. Tujuannya untuk memberi kesempatan kepada sendi untuk memulihkan diri. Satu hal yang perlu diingat bagi pengidap encok tungkai atau kaki: jangan keliru memilih sepatu olahraga. Kita tahu, dengan semakin pertambahnya usia, ruang sendi semakin sempit, lapisan rawan sendi kian menipis, dan cairan ruang sendi sudah susut. Kondisi sendi yang sudah seperti itu perlu dijaga dan dilindungi agar tidak mengalami goncangan yang berat oleh beban bobot tubuh, terlebih pada yang gemuk. Bila bantalan (sol) sepatu olahraganya kurang empuk, sepatu gagal berperan sebagai peredam goncangan (shock absorber). Itu berarti sendi tetap mengalami beban goncangan berat selama berjalan, apalagi bila berlari atau melompat. Hal ini yang memperburuk kondisi sendi, lalu mencetuskan serangan nyeri sendi atau menimbulkan penyakit sendi pada mereka yang berisiko terkena gangguan sendi.
    Munculnya nyeri sendi sehabis melakukan kegiatan berjalan kaki, bisa
    jadi lantaran keliru memilih jenis sepatu olahraga. Sepatu bermerek
    menentukan kualitas bantalannya, selain kesesuaian anatomi kaki.
    Kebiasaan berjalan kaki tanpa alas kaki, bahkan di dalam rumah
    sekalipun, bisa memperburuk kondisi sendi-sendi tungkai dan kaki,
    akibat beban dan goncangan yang harus dipikul oleh sendi.
    (8) Depresi.
    Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membantu
    pasien dengan status depresi. Berjalan kaki tergopoh-gopoh bisa
    menggantikan obat antidepresan yang harus diminum rutin. Studi ihwal
    terbebas dari depresi dengan berjalan kaki sudah dikerjakan lebih 10
    tahun.
    (9). Kanker juga dapat dibatalkan muncul bila kita rajin berjalan kaki, setidaknya jenis kanker usus besar (colorectal carcinoma).
    Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga
    buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh
    tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan. Studi lain juga
    menyebutkan peran berjalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara.
    Semoga bermanfaat.
    adjis alamsyah
    Add Comment
    Thursday, December 29, 2011

    facebook

    twitter

    google+

    fb share

    About adjis alamsyah

    Related Posts
    < Previous Post Next Post >

    Weekly Posts

    • Alasan Kenapa Jembut (Rambut Vagina ) Perlu Dicukur
      Alasan Kenapa Jembut (Rambut Vagina ) Perlu Dicukur Cukur Jembut – Pakar andrologi Prof Dr dr Nukman Moeloek, Sp And mengakui bulu kemalu...
    • forum
      teknologi N informasi
    • menjaga kesehatan tubuh
      Tips menjaga kesehatan tubuh Tips menjaga kesehatan tubuh – Dalam menjalankan aktifitas yang padat dalam keseharian kita. Kita perlu menj...
    • kesehatan lingkungan
      Kesehatan lingkungan adalah Ilmu dan seni untuk mencegah pengganggu, menanggulangi kerusakan dan meningkatkan/memulihkan fungsi lingkungan...
    • Tips cara mengecilkan perut buncit secara alami
      Cara mengecilkan Perut Buncit - Setiap orang pasti mendambakan bentuk perut yang rata tanpa tumpukan lemak sebab bentuk perut yang buncit m...
    • 6 tips menjaga kesehatan telinga
      MENJAGA dan merawat kesehatan telinga bukan hanya sekadar menbersihkannya dengan cotton bud. Banyak yang harus dilakukan agar organ pendenga...
    • Cara menjaga kesehatan bibir
      Cara menjaga kesehatan bibir Bibir merupakan bagian terpenting pada manusia, oleh karena itu keindahan bibir selalu dijaga, terutama oleh ...
    • Sejarah kesehatan masyarakat (puskesmas)
      Sejarah kesehatan masyarakat (puskesmas) Pada bulan November 1967, dilakukan seminar yang membahas dan merumuskan program kesehatan masya...
    • cara meningkatkan pengunjung blog
      CARA MENINGKATKAN PENGUNJUNG BLOG Kenapa semua orang menginginkan pengunjung blog, website, atau situs mereka cara dengan cepat? Sebab s...
    • kesehatan gusi
      Gingivitis, atau peradangan pada gusi dapat menyebabkan penyakit gusi yang lebih serius. Jika dibiarkan, penyakit gusi akhirnya akan menye...

    Like us On Facebook

    Labels

    • berita terbaru (2)
    • forum (1)
    • tugas (5)

    Copyright Kesehatan 19 2016 . Template Created by